Monday, April 22, 2013

Mutlak bener :D

kekuasaan itu Allah berikan kepadaa orang- orang yang beriman,

1. kepada orang2 yang masih meyakini Al- qur'an dan As- sunnah sebagai pedomannya,
2. kepada orang2 yang mau menjaga shalat wajibnya
3. kepada orang2 yang berusaha menjalankan sunnahnya
4. kepada orang2 yang mencoba bangun malam untuk bersjud pada-Nya
5. kepada orang2 yang masih mau sempatkan diri untuk membaca kalam-Nya
6. kepada orang2 yang masih mau menginfaqkan sebgian hartanya
7. kepada orang2 yang mau masih mau menjaga lisannya
8. kepada orang2 yang masih mau berdakwah dijalan-Nya
9. kepada orang2 yang hormat dan taat pada orang tuanya
10. kepada orang2 yang lebih mengutamakan akhirat dibandingkan dunianya
11. kepada orang2 yang lisannya slalu bertasbih menyebut asma-Nya
12. kepada orang2 yang beruasaha memperbaiki amalannya
13. kepada orang2 yang menjaga kehormatannya
14. kepada orang2 yang beruasaha membersihkan hatinya, dan
15 kepada orang2 yang masih mau menambah ilmunya.

karena kita harus paham, bahwa untuk mencapai kemenangan itu diperlukn individu2 yang berkualitas imannya. insyaAllah nasrullah akan semakin dekat. Aamiin

My Right Fans :)

"Kadang semua kebaikan dapat kita ambil dan kita tiru | Namun tak jarang pula kita meniru yang tak seharusnya di tiru_sehingga tanpa sadar kita memiliki Mental Seorang Budak!"

Semakin berkembangnya sebuah peradaban maka semakin banyak dan bermunculan jenis-jenis hiburan. Mulai dari musik kemudian muncul Boyband, Girlband, dan BoyGirl (mang ada?).
Ironi memang, mayoritas kita begitu mengagungkan dan mendewakan sebuah kehidupan yang dipenuhi syahwat di bawah sorotan lampu-lampu panggung. Bahkan para pejuang dakwah tak sedikit juga yang telah mengelus dada (dada mereka sendiri tentunya) melihat kondisi seperti ini. Apalagi membahas remaja yang parahnya adalah seorang Muslim >.<

Rasul saw bersabda:
" Kamu akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, selangkah demi selangkah, bahkan mereka masuk dalam lubang Biawak pun kamu akan mengikuti mereka"
Sahabat bertanya: " Apakah Yahudi dan Nasrani yang Engkau maksudkan ya Rasulullah? "
Rasul menjawab : " Siapa lagi?" (Kalaubukanmereka?)
[HR. Muslim]

Hadist ini jelas sobat, Rasul telah memprediksikan kondisi kita sekarang, dan Innalillah sekarang benar-benar terjadi... Miris. :(
Lalu hanya karena yang Rasul ucapkan adalah kebenaran mutlak, lantas kita berdiam diri juga ? sampe-sampe ngikut masuk ke dalam liang Biawak? (Kalo dipikir-pikir sempit juga sih)
Bukan begitu maksudnya, Rasul kita ingin memperingatkan bahwa jika hal ini terjadi maka persiapkan diri kalian, bentengi diri dari bisikan teman..ehh.. setan maksudnya.. :D
Perkara begini memang gak mudah apalagi kita idup di abad 21. Tapi, nanti akan kami bagikan bagaimana solusi agar kita tahu cara memilih dan memilah figur yang cocok buat kamu.
Figur dunia akhirat pastinyaaa... ^_^

Oh ya sekedar info, ini udah masuk akhir zaman. Jadi udahlah, gak usah banyak fans yang aneh-aneh yang mengantarkan kita ke Pintu Neraka. Ngeriii... (siksaanya itu lho)
Apalagi Boyband-boyband itu, artis-artis korea yang cuman pinter ngucap "saranghae..saranghae.." padahal sarangburung lebih enak -_-

Okelah, daripada lama-lama dan takutnya pada bosen baca tulisannya. Mending langsung aja, siapa contoh Idola dan syarat-syarat  yang harus dipenuhi oleh seseorang agar ia menjadi The Best Publik Figure :D (mudah-mudahan gak salah ketikannya, hehe)

Idola itu harus :

1. Nyata, bukan tokoh khayalan [Qs. 14:11]
2. Fisik yang super Ok [Qs. 64:3]
3. Suara yang super Ok [Al-hadist]
4. Hero bukan Zero [Al-Hadis]
5. Berakhlak mulia dan terpelihara dari kesalahan (mantap nih) [Qs. 68:2-4]
6. Membawa kita ke Surga bukan ke Neraka

Kongkrit dan jelas nih ya, kategori idola diatas hanya dapat disandang oleh Rasul kita, Muhammad saw :')

Nah, ayooo... ganti fans imajinermu dengan Rasulullah..
Siap? | Harus! :D







Terakhir, beritahu adik-adik kalian atau bahkan KALIAN sendiri untuk berhenti nge-fans sama yang dibawah ini -__-



For more...
Find me on Twitter : @Iman1453
:)

Tafsir Surat Al-Ikhlas :')

Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ {1} اللَّهُ الصَّمَدُ {2} لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ {3} وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ{4}

“Katakanlah:"Dialah Allah, Yang Maha Esa,[1]. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan,[2]. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,[3]. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”[4]

Informasi Umum

Surat ini dinamakan dengan surat al-Ikhlash, ash-Shamad dan Qul Huwallaahu Ahad.

Sedangkan jumlah ayatnya adalah 4 ayat, diturunkan di kota Mekkah. Menurut riwayat, ia diturunkan di kota Madinah.

Tema Surat

Surat ini mengangkat tentang masalah Tauhid

Keutamaan Surat

Surat ini memiliki keutamaan yang besar, di antaranya:
- Bahwa ia setara dengan sepertiga al-Qur’an. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan al-Bukhary dari Abu Sa’id, dia berkata, Rasulullah SAW., bersabda kepada para shahabatnya, “Apakah ada salah seorang di antara kamu tidak mampu membaca sepertiga al-Qur’an dalam semalam.?” Maka hal itu pun menyulitkan mereka sehingga mereka pun bertanya, ‘Siapa di antara kami yang mampu melakukan itu, wahai Rasulullah.?’ Lalu beliau menjawab, “Allaahul Waahid ash-Shamad (surat al-Ikhlash-red.,) senilai sepertiga al-Qur’an.” (Shahih al-Bukhary, no.5015)

- Bahwa ia dapat menumbuhkan kecintaan Allah. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan al-Bukhary mengenai kisah seorang yang mengkhatamkan shalatnya dengan surat ini. Tatkala Rasulullah SAW., bertanya kepadanya, dia menjawab, “Karena ia merupakan sifat ar-Rahmaan dan aku suka membacanya.” Lalu Nabi SAW., bersabda, “Beritahulah kepadanya bahwa Allah mencintainya.” (Shahih al-Bukhary, no.7375)

Sebab Turunnya

Di antara sebab turunnya adalah sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dari Ubay bin Ka’b bahwasanya kaum musyrikin berkata kepada Nabi SAW., “Wahai Muhammad, tolong sifatkan kepada kami Rabb-mu.” Maka turunlah ayat, Qul Huwallaahu Ahad. (al-Musnad, Jld.V, h.133)

Menerut riwayat lain, “Sesungguhnya yang menanyakan kepada Nabif mengenai hal tersebut adalah orang-orang Yahudi.”

Kapan Ia Dianjurkan Dibaca

Pada pembahasan mengenai surat al-Kaafiruun disebutkan beberapa letak dan shalat-shalat di mana surat ini dianjurkan dibaca, yaitu pada dua raka’at sebelum thawaf, dua raka’at sebelum shalat shubuh dan dua raka’at setelah shalat maghrib (ba’diyyah maghrib)

Makna Kosakata

الصَّمَد : Dzat tempat para makhluk bersandar kepada-Nya di dalam memenuhi kebutuhan dan permintaan mereka. Dia adalah Dzat Yang telah sempurna kemuliaan-Nya, Dia lah Allah SWT. Sifat ini tidak layak kecuali hanya untuk-Nya, tiada yang setara dengan-Nya dan Tidak sesuatu pun yang seperti seperti-Nya.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَد : Yakni Dia tidak memiliki anak, ayah atau pun pendamping (isteri)

كُفُوًا : Yakni yang sebanding dan semisal-Nya, tidak ada sesuatu pun yang seperti sepertinya-Nya, Dan Dia lah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Melihat.

Sebagian Pesan Yang Dapat Diambil

1. Bahwa surat ini memiliki keutamaan, yaitu setara dengan sepertiga al-Qur’an, hal ini karena ia berbicara tentang tauhid.

2. Batilnya menisbatkan Allah beranak atau berayah. Dia adalah Dzat Yang Maha Kaya secara mutlak (absolut). Artinya, ini merupakan bantahan terhadap klaim orang-orang Yahudi dan Nashrani bahwa Dia beranak.

3. Mengukuhkan tauhid Uluhiyyah

4. Wajib hukumnya menyucikan Allah dari memiliki pendamping (isteri) atau pun anak. Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang seperti seperti-Nya, Dia lah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Melihat

(SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah –at-Tafsiir Li an-Naasyi`ah- karya Dr.Ibrahim bin Sulaiman al-Huwaimil, h.54-56)

 

© 2013 Be a Ghazi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top