Thursday, April 3, 2014

"UN ga Nyontek?" No, gue udah belajar!



                Gak terasa, padahal baru kemaren masuk SMA dan banyak ketemu temen-temen, masuk ekskul, jalan-jalan shubuh, jalan-jalan sore, kerja kelompok, pinjem buku (lagu lama :p) dan banyak lagi kegiatan yang semacamnya. Serasa seminggu. Hehehe. Kadang, sekarang sering ngayal dan ngarep, kenapa yah SMA tuh gak 4 tahun atau kenapa gak 5 tahun sekalian ? Supaya gak cepet misah gini. Wahh. Apalagi buat yang lagi LDRan, sekarang tau gimana rasanya pacaran sama Handphone! :p

                Tapi saya doakan mudah-mudahan cepet putus semua supaya kuliahnya lancar :D Hihihi. Damai. ^^v
                Karena, walaupun LDR beda Negara, beda jenis kulit, beda alam sekalipun pacaran tuh tetep aja haram, tetep aja maksiat! -_-

                Tapi, jangan tegang dulu, kita ga ngebahas pacaran kok.

                Serius, bener-bener ga terasa beberapa minggu lagi udah mau UN. Ya Allah, keringat dingin dah kalo sampai yang kita lingkarin tuh salah dan sampe-sampe gara-gara salah lingkarin kita jadi buru-buru menghapusnya dan akibatnya ngebikin LJKnya robek. Oh No! tapi, biasanya sih, yang keringat dingin ketika ngadapin UN itu ‘kan mereka yang gak belajar bener gak? :D Harusnya, kalo udah belajar ya ngapain takut ?! Toh, udah banyak di kasi kemudahan dengan adanya buku-buku yang berisi soal Ujian Nasional tahun lalu bahkan 3 tahun sebelumnya! Kebangetan saya bilang, kalo ga ada usaha belajar dari sana!

                APAAAA?!!!!  NUNGGU  HAPE BERGETAR DAN ADA KIRIMAN JAWABAN!????

YA Allah, jangan deh. Serius. Masa’ mau cari aman dan pingin banget lulus malah nunggu begituan ? Atau malah mau ke Gunung terdekat atau ke kuburan keramat ? Innalillahi..

                Ketauan banget ga belajar dan ga mau usaha buat diri sendiri. Jangan nyontek, selain dosa, juga ngerugiin diri. Wah.

                Memang, fenomena ini ga bisa keapus dari tahun ke tahun. Barangkali, dari zaman nyi roro kidul masih hidup kali ya?! Padahal, Indonesia telah menggagas pendidikan berkarakter sebagai tindakan preventive untuk mencegah hal ini (nyontek) tapi, gagasan tinggal gagasan kalo siswanya sendiri yang nyontek! Maka wajar, ketika mereka gede nanti banyak yang jadi koruptor.. Oalah!

                Cerita dikit, dulu waktu SMA, ketika Ujian Nasional saya dan 4 teman saya yang lain GAK MENYONTEK sama sekali. Allah Maha Melihat. Karena, waktu itu kami sadar, biarlah tahun ini ga lulus, toh masih ada perpustakaan yang masih bisa dijadikan tempat untuk mencarii ilmu. Kalau kita lulus, tapi Allah ga ridha ? PERCUMA. Saya ulang, P-E-R-C-U-M-A. Biar saja jawaban dan tawaran untuk menyontek itu datang menyerbu, tapi HARGA DIRI kita harus lebih tinggi. Dan tetep harus dijaga, kuat dan tahan sama godaan rendahan yang menyebabakan kita berbuat curang!

                Yakinkan saja, bahwa siapa yang merasa takut pada Allah, maka Allah pasti menolongnya! Amat mudah bagi Allah merubah scanner untuk menilai kertas ujian itu. Akan dibalikkan oleh Allah, yang nyontek JADI GAK LULUS dan yang JUJUR JADI LULUS. Ah, umat Nabi Luth itu dijungkir balikkan oleh Allah tanah tempat mereka berpijak kemudian di hujani meteor! Amat mudah bagi Allah, apalagi scanner itu.

                Tetep jujur dan santai aja ngerjainnya asal kita udah belajar mulai dari sekarang dan ga konsen dulu dengan yang lain, termasuk pacaran. InsyaAllah :)

Semoga Manfaat, Find me On twitter @Iman_rk

Wednesday, April 2, 2014

#NTBRataDenganIslam, InsyaAllah!

1. Kemarin-kemarin ada yang nanya, "kenapa anda begitu agresiv membangun komunitas Remaja ini dan itu dan bervisi agresiv pula

2. Bahkan sampai ingin meratakan wlilayah suatu pulau dengan Islam?"

3. saya jawab, "Sudah bukan saatnya remaja-remaja Muslim berpikir dan bermental defensiv apalagi sampai memiliki mental Budak!"

4. Remaja kita udah sering diserang dengan pertanyaan yang aneh-aneh dan membuat mereka bingung sendiri,

5. "Kenapa kamu gak lepas kerudung? Kenapa kamu masih taat sama orangtua? Kenapa kamu ga curang? Kenapa kamu ga minum alkohol?"

6. "Kenapa kamu  gak pacaran? Kenapa kamu ga pernah ciuman? Kenapa kamu capek-capek mau belajar Islam?

7. Pernahkah kita berniat untuk bertanya hal yang sebaliknya pada mereka?

8. "Kenapa kalian membiarkan wanita kalian membuka aurat tubuhnya tanpa penutup?"

9. "Kenapa kalian membiarkan perampokan, pembunuhan, perzinaan pada anak-anak perempuan kalian tanpa solusi kongkrit?

10. Kenapa kalian tidak seperti remaja muslim yang masih menghormati orangtua ?

11. Kenapa masih ada dari kalian yang membiarkan semua kerusakan terjadi tanpa ada kekhawatiran dalam diri kalian?

12. Kenapa bila kerusakan terjadi, kalian mengatakan itu tidak mengapa dan seolah tidak terjadi apa-apa?

13. Kenapa kalian masih pacaran ? Kenapa kalian gak nutup aurat? Kenapa kalian minum alkohol? Kenapa masih makan babi ?

14. Kenapa masih ngerokok ? Kenapa masih jadi brandalan dan nongkrong malem ga jelas ? Kenapa tawuran ?

15. INI YANG SAYA MAKSUDKAN MERATAKAN NTB DENGAN ISLAM !

17. Sesekali, kitalah yang harus membalik keadaan dan bertanya pada mereka, kenapa mereka tdk melakukan yang seharusnya?

18. Saya akan mencetak remaja-remaja muslim untuk mempelajari Islam, memahami Islam dan memperjuangkan Islam!

19. Sehingga mereka bisa di jadikan teladan sama temen-temen yang lain.

20. Sehingga mereka sadar dan peka bahwa lingkungan mereka rusak berantakan bila tak menggunakan Islam.

21. Akidah mereka gampang diraup dan dikorek hanya karena film kartun dan game bila mereka tidak mempelajari Islam..

22. Sudah saatnya remaja Islam menjadi panutan bagi remaja lainnya. Sudah saatnya remaja Islam menjadi No.1

23. Mereka haruslah unggul dalm bidang akademik, dan seluruh lini kehidupan. Mereka harus menjadi No.1 !

24. Kuntum khairu Ummah ! Kalian adalah ummat terbaik ! Allah berfirman. Dengan tegas!

25. Demi Allah, ini adalah anugerah yang Allah berikan KHUSUS untuk Ummat Islam saja, untuk kita remaja Muslim ! Jangan sia-siakan ya :)

26. #AkatsukiOrganization #IslamicUnity sekarang. #DhuhaRessurection InsyaAllah akan saya bentuk lagi 2014 ini !

27. Sekali lagi, SEBELUM NTB RATA DENGAN ISLAM saya tidak akan berhenti menciptakan Komunitas demi komunitas

28. sampai Allah memenangkan saya dalam dakwah ini atau saya binasa karenanya!

Tuesday, March 25, 2014

Izumi #3



               Setahun telah berlalu. Sekolah kenangan SMA 3 Geishu kini telah memudar baik warna maupun ingatan tentangnya. Banyak disudut ruangan cat-cat telah mengelupas dan membuat tekstur tembok menjadi kasar dan bahkan bila menatap bekas terkelupasnya cat itu dengan sedikit menggunakan imajinasi, maka yang terlihat adalah seperti pulau-pulau, kepala hewan, bahkan suatu saat kadang-kadang terbentuk seperti kepala kelinci atau kuda. Semua siswa telah menyelesaikan masa liburan mereka yang menyenangkan setelah menjalani masa-masa tegang Ujian Akhir Semester. Setidaknya bisa membuat mereka lega dan nyaman melewati Fuyu – musim dingin – dirumah masing-masing dengan menyeduh teh dengan keluarga dan menyeruput semangkuk ramen. Saat 1 bulan liburan, Hiruta berjalan-jalan ke daerah Akihabara, pusat elekktronik di Tokyo. Saat ini, Hiruta sedikit memanjangkan rambut higga tengkuk dan sedikit mengikuti tren Harazuku, sedikit mengacak rambutnya. Akihabara adalah surganya para pecinta Anime, atau lebih sering menyandang gelar Anime Kissen. Kafe Komik. Tetapi, tujuan Hiruta bukan untuk membeli segudang komik untuk dijadikan kawan ketika kesepian, tapi untuk membeli i-Pod. Katanya, untuk mendengarkan sekaligus memperlancar bacaannya. Bacaan apa ? Memangnya ada hubungan antara i-Pod dengan memperlancar bacaan? Ya, ada. Hiruta adalah seorang muslim. Maka, dia butuh rekaman ketika para Qari internasioanl melantunkan ayat suci Alquran. Hiruta, selain cemerlang dalam bidanng akademik, ia juga seorang peniru yang baik. Hampir tiap lantunan dan dengungan Qari tatkala membaca Alquran, ia bsa menirunya. Baik dalam nada maupun iramanya.
                Sekarang, 2 hari menjelang masuk sekolah, semua siswa se-Jepang sudah mulai juga harus bersiap untuk melaksanakan Festival Paduan Suara antar sekolah yang akan di adakan ketika satu minggu memasuki ruang kelas. Yah, bisa dikatakan bahwa satu minggu itu digunakan untuk menyapa riang sahabat, teman-teman, dan paling penting memilih tempat dan teman sebangku. Bagi Hiruta, itu bukanlah masalah. Yang menjadi masalah adalah, pertama, ketika dia harus sebangku dengan wanita. Kedua dia tidak punya tempat duduk sama sekali. Namun, untuk yang kedua mustahil terjadi di Jepang, apalagi ini SMA Swasta di Kyoto. Yang paling mengkhawatirkan jelas yang pertama, sebab Hiruta harus berdua dan duduk bersama wanita yang bukan mahramnya selama 7 bulan kedepan. Semua siswa masih utuh bertahan dikelas 3-E. Tidak ada yang pindah sekolah. Yang berbeda hanya kelas mereka yang sekarang berada di satu lantai yang lebih tinggi, lantai 5 tepatnya.

                “Hiruta, minum air putih sebangun dari tidur itu menyegarkan lho.” Tegur Inari, kakak perempuannya.
                Hiruta tersentak kaget. Ia duduk memandang lantai dan melamun disana. Sebab, barusaja ia bangun untuk melaksanankan shalat shubuh.
                “Ah, ya, Kak.” Hiruta menjawab singkat.
                “Sudah wudhu belum? Ayo segera, biar Ayah juga tidak lama menunggumu.” Inari menuruni tangga melewati bahu Hiruta dan berbelok ke kanan menuju ruang wudhu sekaligus bersampingan dengan mushala kecil.

                Hiruta mengikuti Inari dari belakang dan memasuki ruang tempat air wudhu diambil, sedikit mebungkuk, mengangkat dan melipat kain celana hingga betis agar tidak ikut basah karena cipratan air kemudian memutar keran air secukupnya. Seperti biasa, Hiruta yang jail menyipratkan air dengan cara memukul air itu ke arah Inari.

                “Hei! Jangan main-main, airnya dingin, tahu!” Inari berteriak kesal. Namun Hiruta terus-terusan saja menyiramnya dan memercikkan air ke tubuh Inari. Tertawa riang.
                “Kyaaa!! Hentikan, Hiruta!” Inari menahan percikan air dengan kedua tangannya untuk melindungi badan, namun disaat yang sama airnya juga mengenai wajahnya.
                “Haha, Inari-san ‘kan belum mandi pagi.. sekalian saja!” Imbuh Hiruta.
                “Astagfirullah… Hei, kalian berdua sudah seperti anak kecil saja…”

Tiba-tiba dari belakang mereka muncul suara yang sangat mereka kenal. Suara yang telah menidurkan mereka, yang menyanyikan lagu untuk mereka, yang mengajari mereka menyisir rambut dan mengikat tali sepatu, suara yang sudah 19 tahun menemani Inari dan 16 tahun menemani Hiruta. Suara itu, suara lembut Ibu Hiruta dan Inari-san.

“Hiruta sangat senang mengerjaiku, bu!” Inari menatap Hiruta dengan kekesalan yang dalam, lalu kembali memperhatikan sebagian bajunya yang basah. “Sekali-sekali anak ini tidak akan aku siapkan sarapan!” lanjutnya.
“Hahaha,..” Hiruta tertawa lepas.
“Aduh, sudah… sebentar lagi pagi, ayo ambil wudhunya cepat.. dan tertib! Huhh…” Ibu hanya bisa menggeleng kepala melihat 2 penyejuk matanya sudah bertingkah polah seperti ini. Padahal seperti kemarin rasanya, ia menimang mereka dan memandikan mereka dalam kamar mandi yang sama bersamaan. “Terlalu cepat waktu ini berlalu…” batinnya.
*****
Pukul 09.39 pagi. Ada SMS masuk.
Dari.. Izumi.
“Ohaiyo gozaimasu – selamat pagi – , Hiruta-san! Bagaimana kabarmu selama sebulan liburan? Baik-baik saja ‘kan? Hiihi.. aku dengar, kamu berkeliling Akihabara ya? Wah, pasti menyenangkan ya.. Aku berencana kesana untuk membeli Komik dan bertemu dengan para Costplay, tapi aku batalkan karena Kak Izuna sudah kembali dari Singapura. Beliau ingin mengajakku ke Tokyo. Ah iya, Kak izuna ingin sekali bertemu dengan Hiruta-san. Setelah aku bercerita banyak tentang Hiruta dan tentang… Kalau tidak salah, Muslim ya? Hehe… Kak Izuna tahu banyak tentang Islam. Nanti ketemu ya. Semoga Hiruta-san gak sibuk setelah masuk sekolah nanti. Byee.. ”

Hening.

Lalu Hiruta membaca SMS itu untuk kedua kalinya, “Hehe… Kak Izuna tahu banyak tentang Islam. Nanti ketemu ya.” Hiruta menjatuhkan handphonenya ke arah sofa dan bersandar untuk menenangkan diri sebentar. Ternyata, Izumi punya kakak laki-laki dan tahu banyak tentang Islam, dan mengajak Hiruta bertemu, ada apa gerangan?! “Sudahlah, toh kalau dia bertanya banyak, akan aku pertemukan dengan kak Inari saja. Kak Inari lebih tahu banyak daripada aku.” Kata Hiruta dalam hati.

Lalu Hiruta bangkit dari sofa dan hendak menuju kamar, dan mengambil handphone. Setelah dibuka, ada SMS lagi. Dari wanita yang sama,

“Ah, maaf Hiruta-san. Kak Izuna katanya sibuk. Kalau begitu aku punya kesempatan untuk belajar banyak dan langsung darimu, penganutnya. Hehehe, aku masih penasaran dengan penjelasanmu setahun lalu tentang Allah, Islam dan Alquran. Kak Izuna tahu, tapi beliau tidak, maksudku kak Izuna ‘kan bukan muslim… Hhehe. Sempatkan waktu ya,”

Hiruta tersenyum kecil, tipis dan hampir tidak kelihatan. Seperti getaran daun ditengah hutan yang bergetar karena kepakan sayap burung yang terbang. Ia bergumam dan tersenyum, “Atheis yang lugu…”

Semoga manfaat.
Find me, @Iman_rk

 

© 2013 Be a Ghazi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top