Sunday, December 29, 2013

Jomblo itu bagian dari Ibadah :D

               Sekarang bila kita mau sedikit membuka pikiran dan merenung akan adanya akhirat maka akan kita dapati dan minimal tahu, bahwa dalam diri ini dan lingkungan yang kita tinggali penuh dengan maksiat dan dosa. Namun bagi sebagian orang kebingungan apa dan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan ini. Sepertinya tak perlu saya jelaskan lagi, bila berkenan, boleh cek tulisan saya pada catatan sebelumnya. :)





                Nah, sialnya, lingkungan kita yang hidup dalam kungkungan kapitalisme, liberalisme, dan sekulerisme ini telah dengan mudah membolehkan segala bentuk maksiat zina, yaaaahh… seperti pacaran ini. Serius, saya gak akan bosan ngebahas produk import dari barat ini. Seolah-olah dibuat bahwa pacaran bersumber dari Islam. Siapa yang bilang begitu ? Mbah mu ?! Gak, Mbah mu itu di nikahkan sama ortunya, gak kenal yang namanya pacaran. Coba tanya… :D


          Hehehe, gak.gak.. guyonan only. Lalu, kenapa judul tulisan kali ini Jomblo itu (bagian dari) ibadah ? Karena jelas, Allah dan RasulNya gak pernah sama sekali menyuruh manusia berinteraksi dengan budaya import sesat yang satu ini. Oke, boleh deh ya gak percaya sama tulisan ini, but, syaratnya anda harus berani dan menunujukkan pada saya mana dalilnya. Langsung dari Alquran dan Sunnah. Siap? Kemudian anda harus berjanji jika tak menemukan satu dalilpun, anda harus memutuskan hubungan dan mengakhiri jalinan kasih yang salah itu. Harus ! #maksaMODE:ON

         Mohon maaf, dengan terpaksa saya katakan. Coba, seandainya ada dalil yang mebolehkan pacaran selain dengan Istri/Suami sendiri, maka saya sendiri akan punya pacar lebih dari satu. Tapi mana dalilnya ? Tidak ada satupun dalil mengenai BOLEHnya hubungan ini. Karena apa ? Rasulullah tak ingin kita melakukan maksiat yang pasti akan menciptakan dosa-dosa baru. Mikir, pacaran itu sumbernya dosa; ga percaya ? Coba deh janjian sama dia, atau minimal tanya, “kamu lagi dimana?” gak seratus persen dia akan menjawab jujur. Dengan dalih takut nge-langgar janjinya sama kamu, bahwa dia gak akan kemana-mana sebelum izin dulu. EMANG LU ORTUNYA APA !? -_-

        Inipun baru sederet contoh yang saya kemukakan, belum lagi ada pengalaman orang lain yang katanya mereka itu lebih di khianati karena pacaran. Asli, nambah dosa!

Dosa udah numpuk gitu, jangan lagi ditambah dengan Pacaran.

Men-Jomblo-lah, karena Jomblo itu (bagian daripada Ibadah) :)

Yang tetep JOSH, “Jomblo Sampai Halal” @Iman_rk (follow me) :D

Sunday, December 22, 2013

Dialah Ibumu

Akan kuceritakan padamu hikayat sebuah nama, yang tak asing tetapi mulai sering lupa kita sapa. Dialah perempuan yang pertama kali mengajarkan kita kata-kata, bahasa, nada, dan apa saja yang membuat kita bahagia.


     Dialah perempuan yang pertama kali mengajarimu bagaimana cara memakai sepatu dan memotong kuku.
Dialah perempuan yang suatu hari melihat kita melangkah pergi, dengan sepatu yang lain, meniggalkannya sendiri: menangis pilu bersama denyit engsel pintu. Menatap punggung kita…

Dialah Ibumu. Nama suci yang di izinkan Tuhan untuk pertama kali kita ucapkan, jauh sebelum nama-namaNya. Nama yang merangkum cinta dari seluruh sejarah manusia. Perempuan yang tak pernah dicemburui Tuhan untuk dicintai manusia jauh mendahuluinya: sebab mencintainya, juga berarti mencintaiNya

Dimanakah dia sekarang ? Apa kabar dia sekarang ? Bagaimana perasaannya ?
Jika pertanyaan-pertanyaan itu tak pernah kita tanyakan untuknya. Baginya, pertanyaan itu akan selalu ada untukmu

Di pasar, di dapur, di kantor, di jalan, di terminal, di tempat suci. Di manapun, baginya… segala tentangmu dalah do’a.

Seburuk apapun kau memperlakukannya, ibu akan selalu bangun pagi untuk sembahyang: mendoakan segala yang terbaik buatmu.

Dialah Ibu – perempuan yang selalu menatap kepergian kita dengan cemas, menunggu kepulangan kita dengan perasaan was-was. Dialah perempuan yang barangkali melupakan sakitnya sendiri untuk merawat sakit kita yang selalu terlalu manja.

Dialah ibumu, perempuan suci yang telah dan akan selalu menyayangimu seperti laut melindungi terumbu. Meskipun kadang kau merasa tak bersamanya, cintanya selalu mengalir di seluruh jalan darahmu. Hingga habis usiamu.

Ya, inilah hikayat sebuah nama, tempat segala cinta bermula dan bermuara. Tuhan begitu menyayangi setiap  ibu, sehingga jika mendapat restunya, Tuhan berjanji merestuimu.

Tetapi apabila ibumu menangis karenamu dan kesedihan menetes sampai ke hatinya, sebagian malaikat-malaikat akan mendoakan butiran-butiran air matanya, hingga menjadi Kristal cahaya yang membuat sebagian malaikat lainnya merasa silau dan marah kepadamu!

Maka, sebab marahnya malaikat adalah marah yang suci: Tuhan tak melarang mereka tatkala menutup semua pintu kebaikan untukmu, menggugurkan semua pahala untuk menutup semua pintu-pintu surge untukmu – hingga ibu memaafkanmu.

Renungkanlah, ibu selalu mencintai kita seolah taka da hari esok, sementara kita terus berjanji akan membahagiakannya besok atau nanti, jika sudah selesai dengan diri kita sendiri. Tapi kapankah akan terjadi ?
Tidak ada yang tahu. Sementara ibu kita selalu menyayangi dan mencintai kita dengan luar biasa meskipun dengan cara yang sederhana. Kita ? Entahlah, barangkali takdir kedua kita sebagai anak adalah mengaku mencintai ibu kita, dengan pembuktian-pembuktian yang selalu tertunda.

Dialah Ibu, yang mengajarkan kita bagaimana cara mengucapkan kata “terimakasih” dan “maaf” untuk tak pernah kita ungkapkan kata itu kepadanya.

BARANGKALI, IBU KITA… MEMANG BUKAN IBU TERBAIK DI DUNIA, SEBAB KITA JUGA BUKAN ANAK TERBAIK DI DUNIA

Semoga kita belum terlambat. Akhukum @Iman_rk

Friday, December 20, 2013

Hocus Vocus

        Terinspirasi dari buku racikan Felix Y. Siauw “Beyond The Inspiration”, yang dimana dalam bab pertama beliau paparkan tentang pilihan hidup. Hanya ada satu pilihan dalam satu waktu, jika kita memilih bekerja maka kita akan meninggalkan tidur dan bila kita memilih tidur maka kita tidak akan memilih bekerja dan itu tidak mungkin terjadi,  kecuali tidur memang pekerjaan harian anda.

            
       Kita mungkin mengagumi keahlian para ulama kita yang mereka sampai di beri gelar Polymath, yang berarti menguasai segala bidang dalam satu waktu. Misal, kita mengenal Imam Syafi’I, beliau di kenal ulama ahli fikih namun di satu sisi beliau sangat mendalami sains, Al-Biruni tetap dikenal dalam dunia kimia walaupun dalam astronomi dan sejarah serta geografi beliau juga punya kemampuan luar biasa. Itulah sedikit kehebatan yang dimiliki oleh para ulama kita zaman dulu.

            Zaman sekarang tiada beda. Secara pribadi, saya menyenangi segala hal, yang bahkan membuat saya lupa akan hal yang mengharuskan saya focus dan memang saya wajib akan hal itu. Misal, saya sangat menyenangi membaca buku tiga sampai empat jam setiap malam, menulis, dan ingin sekali menguasai teknik terapan praktis apapun itu, apalagi 2014 nanti saya berdoa pada Allah memberi saya kemampuan untuk menulis buku pertama saya. Namun hal ini membuat saya harus melupakan tugas kuliah dan laporan yang kian menumpuk >.< hehehe

            Begitulah hidup. Manusia selalu ingin semuanya, namun mereka lupa (termasuk saya) bahwa hanya ada satu pilihan dalam satu waktu.

            LIFE IS CHOICE :)

Semoga manfaat. Find me on twitter, @Iman_rk  :D

 

© 2013 Be a Ghazi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top