Monday, March 3, 2014

Change We Can Believe in: Khilafah !





 

Demokrasi kufur
Demokrasi kufur
Kapitalisme hancur!

Terapkan syariah

Terapkan syariah
Tegakkan Khilafah!




                Syahdu terdengar pekikan takbir dan tahlil menggema di depan gedung sate, kota Bandung pagi itu. Kurang lebih 1.000 Mahasiswa seluruh Indonesia menghadiri Kongres Mahasiswa dengan tema: “KHILAFAH, MAINSTREAM PERJUANGAN MAHASISWA!”

                Kami dari jogja sendiri berangkat dengan rombongan sekitar 35 orang yang siap mengibarkan bendera dan panji Nabi saw tercinta, Liwaa dan Rayah !

                Setiba disana pada pukul 05.00 WIB tepat di depan Universitas Padjajaran, kami langsung menunaikan shalat subuh yang  sejam kemudian menuju Gedung Sate untuk kami guncang dengan takbir: Allahu akbar. Memuji pencipta alam ini, pencipta langit dan bumi dan juga pencipta manusia. Ada perasaan bangga dan terharu tatkala langkah demi langkah kami ayunkan untuk menuju lokasi yang menjadi tempat kami berorasi. Suasana syahdu mengiringi derap langkah para sahabat dari seluruh Indonesia yang tentu saja menginginkan perubahan yang sama, yaitu diterapkannya syariat Islam dan dicampakkannya demokrasi!

                Banyak yang menjadi alasan, kenapa kemudian kami berjuang untuk menerapkan syariah yang landasannya adalah Alquran dan Sunnah, tentu saja salah satunya adalah bahwa Manusia ini adalah ciptaan Allah, maka, apakah tidak pantas aturan Allah pula tidak diterap di Bumi ini ? Bukankah Allah pencipta manusia ?! Tentu Allah lebih tahu mana yang baik dan buruk untuk manusia, sebab Dia sendirilah penciptanya!

                Dan juga yang kedua adalah, tentang buruknya sistem demokrasi. Mungkin barangkali ada yang mengatakan, “Buruk bagaimana ? Bukankah demokrasi sudah membiarkan muslim beribadah, sholat, puasa, zakat dan lain-lain ?” BETUL, demokrasi memperbolehkannya. Namun ingat, atas dasar ulah-tingkah demokrasi pulalah, sholat yang wajib menjadi mubah, puasa menjadi mubah, hijab menjadi mubah dan segala sesuatu yang lain menjadi mubah ! Justru yang wajib adalah aturan hukum buatan manusia ! Muslimah wajib berhijab, namun dalam Demokrasi helm lebih wajib !

                Pertanyaan kita selanjutnya adalah, para mahasiswa yang mengaku aktivis perjuangan, apa yang hendak mereka perjuangkan ? Demokrasi adalah jalan semu perjuangan, tidak ada yang bisa kita harapkan lagi. Mari brother, kita berjuang untuk satu kalimat dan kata, Khilafah Islamiyyah!

                Sila cek tulisan saya yang sebelah, dengan judul “Agama = dalil bukan akal” juga “Islamophobia” mungkin sedikit mencerahkan :)

Semoga manfaat :)
Ghazi Allah, @Iman_rk

Wednesday, January 22, 2014

Genius Minor In Colorado

          Seringkali kita berpikir, apa yang menyebabkan dunia ini bertindak, dengan mekanisme seperti apa kita bekerja ? Apa kita diperintah oleh satu kesatuan, lalu kemudian kita berbagi energi ?

          Belum ada jawaban pasti mengenai hal ini, namun setidaknya dunia bekerja oleh karena manusialah yang bekerja. Dunia berkembang karena manusianya lah yang mengerjakannya. Dalam teori Ekonomi, orang sering berbicara tentang teori 80/20. Yaitu suatu kejadian dimana 80% pekerjaan hanya dikerjakan oleh 20% orang saja. Contoh, dalam suatu organisasi, langkah kerja, program kerja, strategi juang organisasi, sesungguhnya hanya dikerjakan oleh segelintir orang saja. Begitupun dengan banyak kasus yang sering kita amati di sekitar lingkungan kita. Barangkali, kita sering terjebak dalam pemikiran bahwa dunia betul-betul mengikuti arus yang sedang terjadi, seperti pembunuhan, perampokan, kecelakaan lalu-lintas, korupsi, dan kita mempersepsikan bahwa segala sesuatu telah mengarah pada satu titik: Kejahatan. Tapi sesungguhnya tidak sama sekali. Hanya beberapa orang saja yang bekerja, dan mau beraktifitas semacam itu yang tentu saja bukan saya dan anda.

           Orang-orang semacam inilah yang sesungguhnya bekerja untuk dunia, mereka menggerakkan dunia. Mereka bukanlah orang-orang biasa. Mereka adalah orang-orang dengan semangat luar biasa, berusaha menyebarkan ide-ide dan inovasi baru, serta ideologi untuk dunia. Inilah yang menjadi duduk masalahnya, munculnya para Jenius Minor yang tak kita sadari.

          Entah dengan cara apa, mereka memiliki dan dengan mudah meraih semangat menyebarkan virus epidemi yang bisa berupa gagasan, inovasi, perilaku, ide, pesan, bahkan ideologi itu sendiri. Namun orang-orang ini bersedia mengubah dunia. Pernah dalam suatu kasus di Colorado, amerika serikat, di sebuah wilayah dalam kota itu terserang oleh penyakit Gonorhea yang telah menjangkiti hampir 160.000 jiwa di kota itu dan yang paling mengejutkan adalah, para penyebar virus itu hanya berjumlah 168 orang saja. Orang-orang dengan penyakit kelamin parah, yang sering keluyuran siang-malam hanya untuk melakukan hubungan sex. Apakah mereka memiliki niat jahat ? Tidak. Mereka hanya warga biasa yang memiliki kebiasaan di luar kebiasaan kita.

         Maka dari itu, sesungguhnya kitapun mampu mengubah dunia ini sedikit menjadi lebih baik, tidak sulit, asal di sebarkan ditempat yang tepat, dengan sedikit dorongan ringan dari usaha, serta ideology yang kita bawa, akhirnya kita menyadari, bahwa dunia ini masih sedikit menyimpan senyuman.


Semoga manfaat :)
Find me on twitter @Iman_rk :D

Saturday, January 11, 2014

Pujian Malaikat

            Pernah merasa dihina ketika mulai serius mendakwahkan Islam, atau, pernah merasa dikucilkan ketika mulai mengamalkan Islam ? Bagi pendakwah Islam, 98%nya pernah merasakan hal disebutkan diatas. Dengan kata lain, anda tidak sendiri. Secara pribadi, sayapun sering mendapat cibiran, hinaan, dikucilkan, bahkan dijauhi oleh kerabat karib yang dulu notabenenya kami ‘bareng’ ketika jahilliyah.

                Tidak hanya itu, konseskuensi karena memperjuangkan Islam dirasakan pula oleh saya yang hidup dalam keluarga yang bukan keturunan ‘ustadz’. Pernah dulu, ketika SMA, baru satu hari mengikuti kegiatan Islam, ayah saya hampir ingin mengusir saya, dan para tetangga mencurigai saya sebagai teroris. Alamak, sorry, ini bukan curcol, tapi kenyataan. (Nah lho, apa bedanya? :D)

                Seringkali dalam kisah para pengemban dakwah Islam, apalagi para pemula, merasakan hal ini. Sehingga banyak di antara mereka yang memilih untuk mundur karena takut akan ancaman dan tekanan dari dalam keluarga maupun lingkungan tempat ia bergaul. Saya katakan, “sayang sekali, sungguh sangat disayangkan”. Kenapa ? Sebab, beginilah harusnya jalan Cinta Para Pejuang. Menjadikan tekanan dan hinaan bahkan siksaan fisik sebagai jalan hidup mereka. Mereka sadar bahwa jalan ini tidaklah mudah, akan banyak rintangan dan tantangan dari manusia yang sinis akan Islam. Maka segala cara dan upaya mereka kerahkan untuk menghentikan langkah mulia para pengemban dakwah.

                Namun, bagi yang meyakini bahwa jalan ini adalah jalan para Nabi, dan juga jalannya Rasulullah saw dan para sahabat yang menyertainya, ia merasa bahwa dunia ini tiada berarti ! Allah telah menjaminnya dengan menggantikan semua lelahnya ketika di dunia dengan surga !

                Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Alquran…”
[At-Taubah (9): 111]

                Yang meyakini bahwa ini adalah “Jual-Beli dengan Rabbnya” maka ia anggap semua cacian, sindiran, hinaan, dan perkataan manusia sebagai Pujian Malaikat !

Sebab ia meyakini dengan pasti “apaguna perkataan manusia ?!”

Your Brother, @Iman_rk

 

© 2013 Be a Ghazi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top